Mengenal Sapi Perah Friesian Holstein (FH)

Mengenal Sapi Perah Friesian Holstein (FH). Hewan ini merupakan bangsa sapi yang paling banyak terdapat di Amerika Serikat, sekitar 80-90 % dari seluruh sapi perah yang berada di sana. Sapi ini berasal dari Belanda yaitu di Provinsi North Holand dan West Friesland yang memiliki padang rumput yang sangat luas. Sapi FH mempunyai beberapa keunggulan, salah satunya yaitu jinak, tidak tahan panas tetapi sapi ini mudah menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.

Mengenal Sapi Perah Friesian Holstein (FH)


Sapi Friesian Holstein adalah sapi perah yang produksi susunya tertinggi, dibandingkan bangsa-bangsa sapi perah lainya, dengan kadar lemak susu yang rendah rata-rata 3,7%. Sapi Holstein berukuran besar dengan totol-totol warna hitam dan putih di sekujur tubuhnya. Dalam arti sempit, sapi Holstein memiliki telinga hitam, kaki putih, dan ujung ekor yang putih. Di Indonesia sapi jenis FH ini dapat menghasilkan susu 20 liter/hari, tetapi rata-rata produksi 10 liter/hari atau 3.050 kg susu 1 kali masa laktasi. Sapi jantan jenis FH ini dapat mencapai berat badan 1.000 kg, dan berat badan ideal betina adalah 635 kg. Di Amerika sapi FH ini dapat memproduksi lebih dari 7.000 kg susu dalam 1 kali masa laktasi (Sudono dkk.,2003).

Sapi Friesian Holstein memiliki kemampuan berkembang biak yang baik, rata-rata bobot badan sapi FH adalah 750 kg dengan tinggi bahu 139,65 cm. Kemampuan produksi susu sapi FH lebih tinggi dibandingkan bangsa sapi perah yang lain. Untuk mencapai produksi yang optimal sapi perah sebaiknya dipelihara di tempat yang bersuhu rendah. Suhu lingkungan yang optimum untuk sapi perah dewasa berkisar antara 5-21 ยบ C, sedangkan kelembaban udara yang baik untuk pemeliharaan sapi perah adalah sebesar 60% dengan kisaran 50%-75% (Adriyani dkk.,1980).

Ciri sapi Perah Friesian Holstein (FH)

  1. Warna bulu hitam dengan bercak putih;
  2. Terdapat warna putih berbentuk segitiga di daerah dahi;
  3. Tanduk pendek dan menjurus ke depan;
  4. Dada, perut bagian bawah, dan ekor berwarna putih;
  5. Ambing besar;
  6. Tenang dan jinak sehingga mudah dikuasai;
  7. Tidak tahan panas;
  8. Kepala besar dan sempit.


Menurut Rustamadji (2004), Sapi Friesian Holstein memiliki warna cukup terkenal, yaitu belang hitam putih dengan pembatas yang jelas dan tidak ada warna bayangan serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga bangsa sapi ini dapat dijumpai hampir di seluruh dunia.

Bangsa sapi perah yang banyak dipelihara di Indonesia adalah jenis bangsa sapi perah peranakan Friesian Holstein (PFH). Menurut Siregar (2001), sapi PFH merupakan hasil persilangan (grading-up) antara sapi perah FH dengan sapi lokal.

Ciri sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH)

  1. Warna bulunya belang hitam dan putih;
  2. Mempunyai ukuran tubuh yang besar dan beratnya hampir sama dengan sapi FH;
  3. Mempunyai kadar lemak susu yang juga rendah;
  4. Produksi susu dapat mencapai 15-20 liter per hari per masa laktasi;
  5. Mempunyai sifat tenang dan jinak sesuai dengan induknya;
  6. Lebih tahan panas jika dibandingkan dengan sapi FH, sehingga lebih cocok di daerah tropis;
  7. Mudah beradaptasi di lingkungan barunya.

0 Response to "Mengenal Sapi Perah Friesian Holstein (FH)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel