Mengenal Jalak Bali Serta Klasifikasi, Ciri Dan reproduksi

Mengenal Jalak Bali Serta Klasifikasi, Ciri Dan reproduksi. Jalak bali hanya ditemukan dihutan bagian barat pulau bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Mengenal Jalak Bali Serta Klasifikasi, Ciri Dan reproduksi


klasifikasi jalak bali 

  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Chordata 
  3. Kelas : Aves 
  4. Bangsa : Passeriformes 
  5. Famili : Sturnidae 
  6. Genus : Leucopsar 
  7. Jenis : Leucopsar rotschildi Steresemann, 1912. 

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah merupakan sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Ia turut dikenali sebagai Curik Ketimbang Jalak.

Ciri-Ciri Morfologi jalak bali

  1. Bulunya 90% berwarna putih bersih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya ditemukan warna hitam lebarnya 25 mm. 
  2. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2–3 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. 
  3. Burung jantan bentuknya lebih indah, mempunyai jambul di kepalanya dengan beberapa helai bulu berwarna putih bersih. 
  4. Panjang dari ujung paruh sampai ujung ekor kurang lebih 25 cm, panjang paruh 3 cm, panjang kepala 5 cm, panjang leher 2 cm, panjang sayap 13 cm, panjang ekor 6 cm, dengan warna kehitaman di ujungnya sepanjang 2 cm dan panjang kaki (tidak termasuk paha) 4 cm. 
  5. Berat badan 107,75 gram, jumlah bulu sayap 11-12 helai dan jumlah bulu ekor 17-18 helai. 

Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi

Hewan ini icepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang diseluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak bali.

Reproduksi jalak bali

Menurut Alikodra (1987) dan Mas’ud (2010), jalak bali merupakan satwa monogamus, yaitu hanya memiliki satu pasangan dalam satu musim kawin, sehingga sex rasionya adalah 1:1 dan umur mulai proses perkawinan 7-9 bulan dengan jumlah telur maksimum sebanyak 3 butir. Menurut Thompson dan Brown (2001), jalak bali melakukan proses perkawinan di alam pada umur dua tahun serta masa produktif jalak bali dalam menghasilkan keturunan untuk jantan sampai umur 17 tahun dan untuk betina sampai umur 12 tahun.

Menurut Alikodra (1987), perkawinan jalak bali di alam terjadi pada bulan September-Desember, sedangkan menurut Kurniasih (1997) perkawinan jalak bali terjadi pada bulan Januari-Maret. Hal ini berdasarkan ditemukannya jalak bali dengan sayap dan ekor yang belum sempurna pada bulan Juni. Perkawinan jalak bali di dalam penangkaran terjadi sepanjang tahun. Biasanya jalak bali yang telah bertelur dan menetaskan anaknya selama 14 hari akan bertelur kembali setelah anaknya berusia sekitar 4-5 minggu atau jarak waktu bertelur sekitar dua bulan (Mas’ud 2010).

Habitat dan Penyebaran jalak bali

Menurut Alikodra (1987) dan Balen et al. (2000),jalak bali menyukai habitat hutan mangrove, hutan rawa, hutan musim dataran rendah dan daerah savana. Penyebaran jalak bali secara alami hanya terdapat di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) (Thohari et al. 1991). Selain itu, menurut Alikodra (1987), penyebaran jalak bali terdapat di daerah Tegal Bunder, Lampu Merah, Batu Gondang, Prapat Agung, Batu Licin, dan Teluk Brumbun.

Jalak Bali memilki sifat yang peka tehadap gangguan, mudah mengalami stress dalam keadaan lingkungan yang tidak wajar, sehingga mempengaruhi proses reproduksinya. Jalak Bali hanya mau bersarang di dalam lubang-lubang pada batang pohon, padahal mereka tidak mampu membuat lubang tempat sarang tersebut. Padahal lubang pohon tidak mudah dijumpai di alam. apabila tidak banyak dijumpai lubang pohon alami, maka dimungkinkan Jalak Bali yang sudah berpasangan berpindah ke lokasi lain yang menyediakan tempat untuk bersarang.

Dalam menjaga kelestarian sekaligus memulihkan populasi jalak bali, perlu dilakukan upaya pelestarian. Salah satu bentuk upaya pelestarian jalak bali adalah dengan kegiatan penangkaran. Menurut Alikodra (2010), prinsip penangkaran adalah pemeliharaan dan perkembangbiakan sejumlah satwaliar yang sampai pada batas-batas tertentu dapat diambil dari alam, tetapi untuk selanjutnya, pengembangannya hanya diperkenankan diambil dari keturunan-keturunan yang berhasil dari penangkaran.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali
http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/61755/9/E13asa.pdf

0 Response to "Mengenal Jalak Bali Serta Klasifikasi, Ciri Dan reproduksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel